Ana, seorang gadis kota yang dibesarkan dalam kenyamanan, telah berhasil membuat ayahnya marah. Untuk belajar kerendahan hati dan menghargai hidup dalam kemudahannya, Ana “diasingkan” ke pedesaan, untuk tinggal bersama neneknya selama beberapa waktu. Bagi Ana, kehidupan di desa adalah mimpi buruk: sepatu hak tinggi tenggelam ke dalam lumpur, internet tidak berfungsi dengan baik, dan orang-orangnya aneh.










